Aku Ingin Bicara Dengan Hatimu

Kita perlu bicara. Membahas tentang hal penting yang seharusnya terjadi. Agar, hatimu itu tetap baik.

Tak perlulah rasanya berubah menjadi kasar, menjadi pemberontak, menjadi pendendam, menjadi yang terlihat sok cekakan dan ceria, menjadi seperti yang paling menggebu semangatnya atau apa. Menjadi yang bukan dirimu adanya : Menjadi kepura-puraan.

Rasanya seperti tak adil. Tapi itu kata hatimu. Padahal inilah yang terbaik menurut Nya.
Hatimu hanya perlu waktu untuk lebih tenang dan menerima. Balajar untuk menjadi lebih yakin dengan titah Nya, belajar untuk menerima dengan syukur. Karena dengan begitu, kau tak akan berada dalam kepura-puraan yang sesak dengan amarah dan sakit hati.

Tetaplah menjadi baik. Karena sebelumnya sudah menjadi baik. Jangan sampai layu dan terbakar dengan kobaran rasa tidak menerima dan terlukai.

Allah, tidak mungkin salah menulis scenario kehidupan untuk hamba Nya.
Allah, tidak mungkin membiarkan kita untuk menjadi layu dan semakin kering mengkeriput.

sakit-hati-285x300

Kita hanya perlu untuk menarik nafas panjang. Memaknai syukur dan kembali menata yakin. Yang terpenting, tetap menjadi baik dengan semuanya. Seperti sebelum ini terjadi. Menjadi yang paling semangat, menjadi yang ceria, menjadi yang ramah dan menyenangkan, menjadi yang bersahabat. Menjadi diri yang bukan dalam kepura-puraan.

*Untuk sahabat, ukhti.., keep sabar dan tetap menjadi hatimu yang dulu. Yang baik dan apa adanya.. 🙂 *

Iklan