Kopdar Pas Pasan

Dunia maya memang unik. Banyak hal bermula dari sana. Mendapat teman baru, relasi baru atau bahkan juga bertemu dengan sang pujaan hati yang akhirnya menjadi pasangan hidup. Meski demikian, kita juga harus tetap waspada dan hati-hati terhadap ajakan atau kasus-kasus penipuan yang sering berawal dari dunia maya.

Pintar-pintar dalam memilah dan memilih teman lewat dumay.
Nah, ada kisah menarik nih tentang kopdar dadakan. Ceritanya,sore itu saya sedang asik nganter temen yang berburu notebook. Yup, baru berburu belum beli. 😀

Jadilah sore itu saya antar dia ke Bekasi Cyber Park. Dia sih asik melihat-lihat berbagai model notebook. Dia juga terlihat asik bertanya tentang notebook yang diincarnya. Sementara saya? Woow, agak bosen juga nunggu dia berburu. Sambil nunggu dia yang hunting notebook, saya online aja di beranda facebook. Hmm, insting saya mulai bermain, Hehe. Apalagi kalau bukan cari layanan internet gratisan. Biasanya di mall kan banyak hotspot area.

Setelah sekian menit mengutak-atik mencari sesuatu, dapet juga koneksi super wifi Indosat.

Masuk ke beranda, ngga sengaja baca status teman akrab yang saya kenal di facebook. Status dia berbunyi “lagi maen-maen, nyobain mall-mall yang ada di Bekasi nih.”
Terus saya komen aja, “Emang lagi di mall mana..?”
“BCP sista ..”
“Ooh, sama donk kita.

Gayung bersambut. Ternyata sang kawan sedang ada di tempat yang sama dengan saya saat itu. Berbalas komenlah kami. Sampai kasih rute untuk ketemuan segala. Dan woow, ternyata dia memang anak yang manis, baik hati en ga sombong. Kami akhirnya kopdar dadakan di sebuah tempat makan. Kopdar tanpa agenda khusus. Barulah hari itu kami saling bertukar nomor handphone. Biar kapan-kapan bisa kopdar lagi. Hehe, secara kalo kopdar di dunia bener kan ngga bisa terus memantau rute secara online. Yah, kopdar pertama ibarat rejeki. Meski pas-pasan, alias pas dapet layanan gratis, pas dapet signyal yang kuat pula, eeh pas ada temen di tempat yang sama. Hehe, pas banget yah. Alhamdulillah, sesuatu ini namanya 🙂

Iklan

Segudang Cerita di Socmed Festival

 

Well, ternyata menunda itu sangat ngga enak ya. Terbukti dengan penundaan saya untuk nulis tentang serunya acara Socmed yang saya hadiri tanggal 14 Oktober 2012 lalu. And, seminggu setelah tanggal tersebut saya belum berhasil mengalahkan malas untuk menulis kan serunya acara tersebut di blog saya.

Oke, sekarang mumpung moodnya lagi dapet. Saya mau tuntasin hutang saya untuk menulis tentang Socmed kemarin.

 

SocMed, siapakah dia…..?

Eits, bukan ustad Socmed ya. Hihi, itu mah Solmed ya. Beda tipis lah.

Social Media Festival tahun ini diikuti hampir oleh 130 komunitas yang ada. Komunitas saya juga ada loh, mana lagi kalau bukan FLP Bekasi. Kami juga buka booth disana. Acara Sosmed diadakan sejak tanggal 12-14 Oktober 2012. Sayang sekali, saya yang belum tahu tentang acara ini merasa kurang tertarik awalnya. Jadi ketika beberapa teman di fb sudah  mulai berkoar-koar tentang serunya SocMed , jadilah tanggal 14 nya saya sempatkan untuk hadir juga ke Senayan.

Berangkat siang hari ba’da Zhuhur, berdua sama sahabat seperjuangan Dewi Mafita Sari. Karena salah turun di pintu masuk senayan, akhirnya kami lumayan harus berpanas-panasan ria di bawah senyuman sang matahari. Fiuuh *keringat mengalir deras* He..he

Hmm, banyak sih yang ingin saya ceritakan. Tapi karena keterbatasan ruang dan waktu *ciyee, gaya*, so saya ceritakan sebagian aja ya. Selengkapnya mungkin tahun depan kalian harus ke SocMed lah. Insya Allah ada manfaatnya kok..

 

Selamat Datang, Penulis Muda..

Perjalanan dari Bekasi ke Senayan cukup lancar. Ya meski harus kepanasan dikit, ga papalah. Namanya juga perjuangan. Saya tiba sekitar jam 13.30 an. Lagi enjoy jalan menuju gerbang utama SocMed, eh seperti ada suara-suara para Fans mania yang memanggil nama saya. Hehe. Ternyata yang manggil temen-temen dari @Flp Bekasi yang lagi pada ngisi baterai alias makan siang . Mampir sebentar ke arah mereka, cipika cipiki secukupnya dan lanjut lagi ke Mini Stage 1. Ternyata di sana ada beberapa makhluk yang tak asing lagi. Oalaah, mereka anggota Flp Bekasi yang lagi siap-siap membuka acara.

Literasi Budaya bersama FLP Bekasi dan Filatelis Indonesia

Kak Sudi Yanto sedang memperkenalkan tentang FLP

 

Untung saya datangnya mepet sebelum acara dimulai. Kalau udah dateng dari pagi pasti udah ditodong untuk  ngemci 😀 *kepedean*

Well, acara hari itu dipandu sama MC andalan FLP Bekasi,  Ali Satria Efendi. Pembicara yang hadir adalah ka Sudi Yanto selaku Ketua FLP Bekasi dan Pak Rijanto, beliau adalah Sekjen Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) Pusat.

Acara bertabur pertanyaan yang begitu anstusias dari para pengunjung. Tidak kalah juga, pembicara melempar banyak hadiah ke pengunjung. Ada buku, perangko, post card dsb. Waah. Seru banget ya. (aslinya sedih, ga bisa ngerampok doorprize :D)

Mendengar kisah Pak Rijanto tentang dunia Filatelis yang digelutinya luar biasa menginspirasi kami yang hadir. Beginilah mungkin kalau udah cinta. Orang lain bilang apa, ya kita tetap aja cinta 😀

Ringkasnya, beliau berkutat dengan pendiriannya untuk tetap setia di dunia Filatelis. Bagi sebagian orang yang tidak mengerti atau belum tahu mungkin akan berkata, “Ngapain sih, ribet-ribet ngurusin perangko. Apa untungnya..”

Ya, tentu tidak sebagian orang tahu kalau dunia Filatelis juga banyak asiknya. Seperti yang diceritakan Pak Rijanto, dari Filatelis dirinya juga bisa banyak memperoleh keuntungan. Jangan salah ya, dari sekedar mengkoleksi perangko itu, kita bisa banyak mendapat hal menarik.

“Perangko yang dicetak itu kalau sudah habis, ya tidak akan dicetak ulang.” Begitu tutur beliau, semoga saya tidak salah tangkap. Maklum cuaca saat itu panas dan perut keroncongan *ngeles mode on*

Berkisahlah beliau bagaimana mendapat perangko, dan kemudaian berhasil menjual dengan harga yang sangat tinggi ketika beliau kepepet memerlukan dana. Banyak cerita menarik tentang literasi yang disampaikan oleh Flp Bekasi dan Filatelis Indonesia.

Jika teman-teman masih penasaran dengan Filatelis Indonesia, nih saya copikan lengkap kartu namanya:

Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia

Jl. Pos No.2, Komplek GPI, Jakarta 10710.

Telp. 021 351 8711. Email: filatelis_indonesia@yahoo.com

Selesai acara tersebut, kaki saya udah gemes mau mampir ke setiap Booth yang ada. Tapi mampir dulu ke Booth nya FLP Bekasi 😀

Oh ya, saya dan para pengunjung yang hadir  juga dapat beberapa perangko gratis looh. Hmm, jangan iri yah.

 

Yang Laris itu, Yang Gratis 🙂

Teman-teman dari FLP Bekasi yang sudah dateng dari pagi pada rempong cerita dapet ini itu dari berbagai booth yang ada. Berbagai souvenir memang disediakan oleh para komunitas yang ikut dalam Socmed ini. Wah, jelas saya jadi mupeng sangat. Hehe, segeralah saya dan teman-teman langsung berburu Coffee gratis. Meski dalam takaran mug kecil, tapi ya lumayanlah membasahi kerongkongan.

nyerbu stand gratis dulu 😀

 

Tulis Isi Hatimu di “kartumuu”

Booth yang kemudian kami datangi adalah booth yang penuh berisi kartu-kartu cantik dan lucu. Seperti kita berkirim kartu lebaran atau tahun baru. Jadi lewat kartumuu kita bisa menuliskan perasaan atau ucapan khusus untuk orang-orang special tentunya. Dengan biaya Rp. 25.000 untuk satu kartu kita sudah bebas mengirimkan ke seluruh Indonesia, ini sudah bebas ongkir ya J. Dan bisa juga pakai design kartu sendiri. Malah, kalau design yang kita buat banyak peminatnya kita bisa dapet fee juga loh. Untuk tahu lebih lengkap bisa follow twitternya @kartumuu atau mampir aja ke www.kartumuu.com

Tulis dan kirimkan dengan Kartumuu

 

Bocah Dudu Dolanan, Bocah Kudu Dolanan

Weits, mantra apa ya di atas? Hihi, itu bukan mantra apa-apa ya. Itu salah satu slogan dari komunitas Tlatah Bocah. Komunitas ini dimulai sejak tahun 2004 sebagai komunitas yang awalnya hanya menyediakan layanan perpustakaan anak. Tlatah Bocah (bahasa Jawa: Area ramah Anak) dikemasi untuk menumbuhkan kepekaan anak terhadap realita sosial, alam lingkungan dan relaso antar manusia yang diwujudkan dalam kegiatan kesenian.

 

Ingin kenal lebih dekat dengan Tlatah bocah. Bisa langsung follow @TlatahBocah.

 

Syurganya Para Fotografer

Nah, buat yang maniak sama dunia nge jepret alias photo, ternyata ada Komunitas seru yang bisa ngajarik kita tekhnik fotografi. Pasti ada yang sudah pernah dengar nama komunitas LevitasiHore? Yup, kalau gabung dalam komunitas ini kita bisa jadi fotografer yang handal atau bisa jadi modelnya juga. Hasil jepret mereka ada yang menggunakan alat bantu, dan ada yang harus take gambar berkali-kali. Wow, ngga kebayang deh kalau jadi model yang harus take ulang. Bisa babak belur kali ya. Hehe. Yang jelas, ngga seseram itu kok. Seru banget malah, coba deh joint aja ke @LevitasiHore.

Banyak booth lagi yang saya jumpai di Socmed tahun ini. Ada Rotaract Semanggi Jakarta, Peta Hijau, Sahabat Walhi, Wikimu.com dan banyaak lagi.

 

Well, kayanya saya mau tulis Socmed session 2 deh, hehe. Banyak yang mau saya share, kali aja bisa menginspirasi dan membuat orang lain ikut happy J

Oke, tunggu di Socmed session 2 yach.

Idul Adha Di Sekolah

Kamis, 25 Oktober 2012 ada rangkaian acara yang berbeda di sekolah. Hal ini memang sengaja dipersiapkan untuk menjelang hari raya Idul Adha yang akan jatuh di hari Jumat, 26 Oktober 2012. Hari itu, saya dan beberapa rekan guru siap mengajak mujahid-mujahidah cilik untuk turut serta merasakan lebih dekat tentang ibadah haji dan berqurban.

 

Sesuai dengan tema pembelajaran, kami mempersiapkan semua hal yang berkaitan dengan proses belajar pada hari itu. Alhamdulillah, sekolah sudah punya miniatur ka’bah. Nah, untuk praktek berqurban ini yang masih kami bingungkan. Mau praktek pakai apa? Kalau pakai kambing beneran, wah boleh sih, tapi belum ada yang nyumbang untuk itu. hehe.

Setelah berkutak-katik dengan ide, akhirnya kami berhasil membuat Embe yang akan dipakai untuk praktek berqurban.

bu Rida yang sabar dan telah menyulap si Embe.. 🙂

Kegiatan belajar hari itu diikuti oleh siswa-siswi kelas 1 dan 2 program Lab School SDIT Al Fatah. Dimulai dengan praktek sholat Idul Adha, kemudian manasik haji yang dipimpin oleh Kaprog. Labschool, pak Fauzi, anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti tahapan ibadah haji. Sebagian dari mereka memang mengeluh panas dan lapar, karena mereka juga ikut puasa sunnah Arafah. *selamat ya Nak, semoga puasa sunnah ini bagian pembelajaranmu untuk lebih taat pada Allah*

Setelah selesai belajar manasik haji, kemudian tibalan saatnya praktek berqurban. Dengan wajah yang penasaran mereka menanti si Embe datang. Pak Fauzi menjelaskan tata cara menyembelih hewan qurban. Mereka kaget ketika darah mengucur keluar dari si Embe. Tapi kok, darahnya wangi ya..? Hehe, la wong darah itu berasal dari pewarna kue yang kami campur dengan air.

cup..cup..cup..Mbe, yang sabar ya 🙂

Hari yang melelahkan, meski berpanas ria dan haus, tapi kami bersyukur bisa merasakan belajar yang demikian menyenangkan. Meneladani nabi Ibrahim dan nabi Ismail, semoga kami bisa tumbuh menjadi pribadi yang semakin taat pada perintah Allah SWT.

edisi foto bersama, tapi anak-anak udah ngga bisa rapih 😀

Selamat Idul Adha 1433H…,

Semoga Allah menerima qurban yang telah kita tunaikan. Untuk yang belum berqurban tahun ini, semoga Allah memberi kita kemampuan dan kemudahan agar kelak tahun depan kita bisa berqurban. Aamiin allahumma aamiin.

Ketika 22 Tahun mu

we are kompak team, the best team…

we love u so much…Dewi.

18 Oktober 2012

Bilang apa ya? Harus katakan apa? Hari ini, 18 Oktober, jika bertahun yang lalu ada cerita tentang tanggal ini. Tapi sekarang, ceritanya sudah sangat berbeda.

Dan aku sudah memutuskan untuk mengganti photo profilku di akun facebook. Bukan karena ingin melupakan, tapi aku harus move on. Kembali menata semangat untuk menjadi lebih baik lagi dalam hidup. Sebelum, -waktuku- juga tiba.

Maaf, baru hari ini aku bisa kembali menulis isi hati. Tentangmu.

Dan sepertinya, aku belum mampu menulis lebih banyak. Aku hanya mengumpulkan beberapa status, tentangmu.

  • “18 oktober 2012, 22 tahun seharusnya..”

(pada 18 Oktober)

  • “hidup ini cukup singkat.

dan kau ingatkan aku untuk masaku itu.

sayangnya, apa yang kau alami kini tak bisa kau ceritakan lagi.

Kau hamparkan ayat kebesaran Mu.

dan kubaca dengan terbata.

takut jikalau masa tak cukup lama,

untukku menikmati jamuan cinta Mu.

Duhai Zat Yang Maha Agung,

dengan atau tanpa teman.

aku akan berjalan.

menapaki tiap lembar yang harus ku baca.

berkomitmen dengan hati untuk terus menjadi yang terbaik di hadapan Mu.

Duhai Zat Yang Maha Suci,

dengan atau tanpa teman.

aku akan terus melangkah.

mencari sebenar-benarnya cinta.

di dunia.

#terima kasih telah mengingatkanku, Dewi#

(pada 14 Oktober)

  • “dan aku juga pernah membaca diary mu diam-diam. di sana ada tulisan tentangku.
    sekarang bagian diary itu, tulisan mu itu. masih tersimpan rapi. ku baca lagi, kemarin.
    Betapa Allah sangat menyayangimu…”
    #DK

(pada 14 Oktober)

  • “kawan, beritahu aku, hal apa yang bisa membuat Allah menjadi lebih mencintai kita..?”

(pada 13 Oktober)

  • “itulah mengapa Allah memberikan dua telinga untuk kita”

(pada 12 Oktober)

  • “Aku ingin mencintai orang-orang di sekitarku dengan lebih maksimal. (memaafkan luka, menyembuhkan kecewa dan kembali menata percaya. aku akan belajar mecinta dengan ikhlas karena Allah….)

Aku ingin mewujudkan lebih banyak impian, meninggalkan jejak terbaik               sepanjang tapakku…(karena islam itu adalah tentang berbagi, penuh semangat  dan selalu bermanfaat )

Aku tak pernah tau kapan Dia akan memanggil. Itulah maka aku hanya ingin akhir hidup ini dengan sebaik-baik keadaan…
#life must go on, kepergianmu telah mengajarkanku banyak hal..terima kasih Dewi..#

(pada 10 Oktober )

  • “tetap saja, waktu tidak bisa ku putar kembali. tapi aku akan berusaha belajar mengaji sebaik mungkin. hingga aku bisa mengajarkan pada yg lain.
    sama ketika dulu kau berkata..”ucy, ajarin gue ngaji. sama artinya, biar gue paham ciiii..”maaf. itu belum bisa terwujud Dew…, semoga Allah mengganti niat baikmu itu dengan Jannah Nya.

#Dewi Kartika (18/10/1990 – 08/10/2012)

(pada 9 Oktober)

  • “dari pagi udah menghimpun semangat setinggi-tingginya. udah ngumpulin energi positif sebanyak mungkin. menjelang siang, kabar duka itu datang. dan pekat seketika.sekarang, tinggal bertiga. — dengan Amheell Ittuch Verra danDawin Dua Cahaya.

(pada 8 Oktober)

Dawin, Dewi, 4mel, 5uci (D245)

 

 

Coklat Tanda Cinta

coklat loliipop 🙂

Siang itu saya pergi ke suatu acara Jepang di sebuah mall daerah Bekasi Timur. Ada banyak peserta yang bergaya ala tokoh Jepang favorit mereka. Acara seperti itu memang sudah sering diadakan. Tapi baru kemarin saya bisa hadir.

Selain ada lomba kostum, dan acara lainnya. Yang pasti di sana ada banyak stand yang menjajakan aneka produk mereka. Mulai dari minuman, kosmetik, benda-benda yang serba bernafaskan Jepang dan yang pasti ada satu stand istimewa. Hey..hey stand apakah itu?

Stand yang menarik hatiku jadi gimana gitu. Akhirnya aku mendekat karena penasaran. Ngga dimana, kalau ada yang namanya coklat ngga tau kenapa hati rasanya deg-deg an ngga karuan. Hehe. Mungkin beginilah rasanya cinta. (apaa coba)

stand coklat yang heemmm,,, nyumiii 😀

Salsabiila Sabrina nama stand coklatnya. Ternyata di sana banyak coklat yang bentuknya lucu-lucu. Ada yang bergambar tokoh kartun Jepang. Modelnya imut-imut bikin gemes. Pengennya sih borong semua coklat yang ada di sana. Tapi kebetulan dompet lagi tipis. Hehe. Maklum kata orang sih lagi tanggal tua. Dalam hati ngiler pengen coklat yang ini dan itu. Tapi apa daya, one day mesti main langsung kali ke tokonya 😀

Akhirnya saya pilih dua coklat bergambar tokoh kartun. Special untuk diberikan kepada adek-adek tersayang di rumah.

Kebetulan saya dan adik-adik suka nonton film kartun. Dari film yang bikin perut sakit alias film lucu sampai film jenis agak serius macam detektif conan. Nah, pas banget tuh. Saat itu saya liat coklat bergambar Conan dan Chibi Maruko Chan. Hihi, dua tokoh yang gimana gitu deh. Saya beli aja buat para adik yang berada di rumah.

coklat bergambar Conan dan Chibi Maruko Chan yang unyu-unyu 😀

Tadinya saya mau ambil coklat shincan, tapi ngga jadi. Ntar yang ada adik saya ngomel-ngomel. Karena inget shincan yang lucu tapi kadang oneng bin nyebelin 😀

Ya sudahlah, dua coklat sudah di tangan. Siap untuk di bawa pulang.

Sampai di rumah, sekian detik setelah saya umumkan kepada seisi rumah, “ada dua coklat nih. Siapa cepat dia dapat” dan setelah itu dua coklat langsung terebut olah adik-adik.

Yang dapat coklat gambar conan senang. Karena merasa dirinya banget. Nah yang dapet cibi maruko chan ini yang rada cengar-cengir karena agak ngga terima kenapa harus gambar kartun itu. Saya bilang aja, tapi lucu kan? Dan Bla…bla..

Akhirnya coklat membuat kami tertawa dan sore itu saya merayu adik-adik. Karena pengen juga nyobain coklatnya 😀

One day, pengen deh kalo makan coklat yang gambarnya ada foto kita bertiga. Gara-gara ide itu saya searching FB dari toko coklat Salsabiila Sabrina. Eh. Tanya-tanya katanya bisa pesen coklat yang ada gambar foto kita nya. Wah, seru banget nih kalau pesen buat moment special dengan orang-orang special.

Kalau ada yang mau tanya-tanya tentang coklat bisa add akun ini ya: http://www.facebook.com/SalsabiilaSabrina?fref=ts

Seru juga abis mantengin wallnya toko itu. Banyak macam coklat ternyata. Ngga cuma warna coklat dengan bentuk kotak atau persegi. Tapi berbagai model bentuk, warna dan ukuran ada di sana. Mulai dari coklat bergambar tokoh kartun, logo perusahaan pun bisa dipesan coklatnya, atau coklat dengan foto pernikahan. Wah, seruuuu. Mau..mau…mau banget deh saya kalau dikasih coklat yang unyu-unyu kaya gitu 😀

Well, saya lupa kapan saya jatuh cinta sama coklat. Tapi saya selalu dag-dig-dug ketika berhadapan dengannya. Hehe. Serius, saya suka coklat. Makanya kalau mau kirim coklat, jangan ragu-ragu yach. Langsung aja 😀

ketika coklat tinggal sepotek 😀

Nyam..nyam…..pengen lagiii 😀

Bisnis Tanpa Modal

 

 

Anda pernah berbisnis tanpa modal? Saya pernah. Hal itu saya lakukan sejak saya aktif berselancar di dunia maya. Awalnya karena butuh uang untuk isi modem tiap bulan. Setelah itu ada keinginan untuk bisa menabung lebih.

Nah, bisnis tanpa modal bukan berarti kita ngga modal sama sekali. Secara dana, memang modal kita hampir tidak keluar. Tapi modal niat dan semangat pastinya harus ada. Beginilah cara saya memulai bisnis tanpa modal. Yuk, ikuti beberapa tips berikut ini:

  1. Perbanyak teman, jalin silaturahmi

Jadilah orang yang ramah dan menyenangkan. Perluas jaringan baik di dunia maya atau nyata. Bisnis ini dengan system kepercayaan. Kita perlu juga berhati-hati untuk memilih calon partner yang akan diajak kerja sama. Meskipun sistemnya kita jadi reseller, tapi ya kita harus pandai cari informasi dulu tentang produk dan riwayat sang calon Bos kita itu. Berita penipuan apalagi di dunia maya kan udah banyak jadi waspadalah..waspadalah.. 😀

  1. Rajin berdoa

Setelah tahu dengan siapa kita akan bekerja sama. Hal penting yang dilakukan adalah berdoa, agar Allah melancarakan setiap urusan kita. Apalagi kita belum kenal dan belum pernah ketemu sama pihak yang diajak kerja sama. Nah, disini doa berperan penting banget. Supaya Allah menjaga dan memudahkan kita.

  1. Promo yang giat, untung didapat

Nah, setelah yakin dengan produk yang akan kita jual. Langkah selanjutnya adalah aktif promo dan rajin cuap-cuap di dunia online dan nyata. Sebagai reseller, biasanya kita akan dapat harga ‘miring’. Nah, tinggal kita naikkan sedikit untuk margin yang diinginkan.

  1. Hadapi resiko dengan senyuman

Yang namanya bisnis sekecil apapun selalu ada resiko. Itulah mengapa komunikasi dan silaturahim sangat penting. Jangan ragu  untuk belajar dari mereka yang sudah jago dalam dunia bisnis.

Terus sekarang kita harus bilang WOW, gitu? Ya nggaklah. Langsung dipraktekin aja tips di atas, buang kata tapi dan takut. Pokoknya lakukan sekarang juga! 😀

 

(ikutan kuis Duta-Buku IIDN)

http://un2triwidana.blogspot.com/2012/10/giveaway-duta-buku-kamis-minggu-i.html

 

 

Pohon Apel

Suatu hari di sekolah kami tercinta. Ketika usai mengerjakan solat ashar,  sengaja ku ambil sedikit waktu untuk berbincang dengan mereka.

“Siapa yang di rumah ayahnya suka sholat berjamaah di masjid?”

“Saya bu…”

“Ayah saya….”

“Abi saya juga bu..”

Oh wow, ternyata jawaban mereka menyerbu habis pertanyaanku.

“Ayah saya ngga bu. Ayah ngga solat..” jawab Adit (bukan nama sebenarnya), muridku yang bermata bening.

“Loh kenapa?” tanyaku.

“Ayah ngga hafal bacaanya.”

“Masa sih ayah ngga hafal? Coba besok Adit ajak ayah sholat berjamaah di masjid ya..” saranku.

Setelah itu, percakapan harus kami selesaikan. Karena hari semakin sore dan kami juga sudah harus bergegas kembali ke rumah masing-masing.

Pertanyaan itu muncul secara tiba-tiba dalam benakku. Melihat mereka (murid-murid yang soleh dan solehah tapi masih unyu-unyu) seringkali bercanda jika akan sholat. Wajar sih, karena baru kelas satu SD. Niatnya, ingin tahu bagaimana kebiasaan mereka sholat ketika di rumah. Apakah terbiasa berjamaah dengan keluarga atau jangan-jangan sholat hanya di sekolah? Dan sebuah jawaban Adit mengingatkanku pada sebuah kata pepatah.

Ternyata, buah apel memang jatuh tak pernah jauh dari pohonnya. Jika begitu, one day ketika kelak kita akan menikah dan menginginkan anak yang soleh soleha, maka jadilah imam dan madrasah terbaik dulu untuknya. Untuk keluarga yang akan kita bangun kelak. Menanam benih terbaik sepanjang hidup agar kelak dapat menikmati hasil panen terbaik dalam hidup ini. Insya Allah, semoga dimudahkan 🙂

Semangaatt!

(untuk esok yang HARUS lebih baik)

Oh ya, kenapa judulnya pohon apel? *hayoo coba tebak* 😀