“Sebuah Kebiasaan yang Mematikan Karakter Cinta”

Membicarakan topic yang satu ini memang sungguh unik. Ada saja hal yang menarik untuk diperbincangkan. Mulai dari A hingga Z. Cinta dan segala pernak-perniknya selalu mengundang rasa yang beragam. Penasaran, ingin tahu, dan gado-gado rasa lainnya.

Well, sering kali kita mendengar pembicaraan tentang cinta. Bagaimana mengenal karakter pasangan, bagaimana ini dan bagaimana itu. Kenyataannya, cerita tentang cinta selalu mendapat ruang di hati kita. Betul tidak sodara-sodara..?? 😀

Saya jadi ingat, suatu ketika seorang teman menjadi tampak lain dimata saya. Dia seperti bukan yang saya kenal. Bagaimana bisa, dia yang biasanya cuek dan ceroboh, berubah jadi mementingkan penampilan dan berusaha tampil dengan lebih baik lagi dalam segala hal.

Rasa penasaran menyeret saya untuk menyelidiki kasusnya lebih dalam. Diam-diam saya perhatikan, apakah gerangan yang membuatnya berubah. Padahal, terkadang ocehan bawel saya saja tidak bisa mengubah habbitnya yang seperti itu. So, siapa yang ngga heran. Kalau tiba-tiba teman saya jadi berubah lebih baik gini.

Rasa penasaran saya terjawab. Meski saya masih merasa bingung dan ragu, apakah benar hanya karena hal itulah bisa mengubah kebiasaan seseorang. Saking penasarannya saya, sehingga saya putuskan untuk speak-speak alias ngobrol langsung sama dia.

Saya mulai dengan obrolan ringan, agar dia tidak merasa tersinggung dengan rasa penasaran saya. Ternyata, dia malah semakin asik menceritakan banyak hal. Dia malah terpingkal, ketika saya tanya kenapa dia banyak berubah menjadi lebih baik dan lebih menata hidupnya. Dengan cerianya, dia hanya menjawab “I am falling in love my sist…”

Woow, ternyata dia lagi jatuh cintrong :D. Pantesan dunia terasa indah buatnya. Lebih dari itu, ada pesan terdalam yang menghujam di jantung saya. Ketika dia bercerita banyak hal tentang ‘rasa gado-gado istimewa’ itu.

“Bukan terimalah aku apa adanya, tapi aku selalu siap untuk berubah lebih baik….”. Gleek, kata-kata yang membuat saya tersentak.
Menurut saya, ini luar biasa. Ada makna yang tersirat.

Di luar sana, banyak sekali mereka yang ketika dalam tahap menjalin hubungan dengan seseorang terkadang berkata ‘terimalah aku apa adanya’.

Memang benar, kita harus bisa menerima seseorang dengan kekurangan dan kelebihannya. Hanya saja, ketika kita mengatakan ‘terimalah aku apa adanya’, pernyataan itu seperti menjadikan kita orang yang lemah. Seharusnya bukan kalimat itu yang kita tunjukkan. Hal itu terdengar seperti saya kelihatan memang begini, dan cuma begini. (Waduh, ini namanya kita mengkerdilkan diri sendiri)

Heem, beda jika ada yang mengatakan, ‘Ini loh saya, memang masih begini adanya. Tapi saya siap untuk menjadi lebih baik dan berusaha untuk lebih baik lagi’.

Orang tipe ke dua, terlihat meski masih segitu adanya. Tapi dia punya rencana dan niat untuk menjadi lebih dari yang sekarang. Saya jadi mulai memahami, mengapa teman saya berusaha mengubah kebiasaan dalam hidupnya. Hal itu karena dia pun tak ingin mengatakan, terimalah aku apa adanya. Tapi dia ingin membuktikan, inilah aku adanya dan aku selalu siap untuk berusaha menjadi lebih baik.

Jadilah sejak hari itu saya tidak mau kalah. Saya pun segera menetapkan target perbaikan diri, untuk meningkatkan kualitas dalam diri. Agar kelak, ketika bertemu dengan seseorang juga bisa bersama-sama mengatakan, ‘ini loh aku, memang masih begini adanya dan tapi aku selalu siap untuk menjadi lebih baik’.

Mulai dari sekarang, yuk ubah mindset ‘terimalah aku apa adanya’ menjadi ‘aku selalu siap menjadi lebih baik’.

Iklan

3 pemikiran pada ““Sebuah Kebiasaan yang Mematikan Karakter Cinta”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s