Adakah Sejuta Cinta Untukku?

Menjelang (tepatnya 3 hari lagi) menuju 2012 Masehi, entah angin apa yang membuat jari saya ‘aneh’. Jemari saya menari seenaknya pada tuts Nokia hitam. Sebuah pertanyaan singkat dan berhasil terkirim ke beberapa nomor yang ada di phone book.

Dua menit, tiga menit, tak sampai semenit bahkan ada yang langsung membalas.

Kalau saya ‘pergi’ lebih dulu, kamu nangis ngga..??

Itulah sebuah pesan singkat yang saya kirimkan.

Dari sudut mba-mba, alias mba MY, mba AN dan mba NR, mereka bilang akan nangis. Mba MY kehilangan kucingnya aja nangis, apalagi kalau saya pergi, ya dia akan kehilangan katanya.

Ya nangislah dudul (ujar mba AN,  kakak saya yang satu itu, sebenarnya sayang ama adeknya tapi koknya nge dudul-in. hehe. Lantas  ketika saya bilang kenapa dia mesti menangis. Dia malah ga mau jawab.  Bikin saya penasaran aja, seberapa sayangnya dia sama saya..?? (Aiish, jadi pengen saya jitak tuh si kakak manise *loh* :p )

Mba NR yang saya berikan pertanyaan sama dengan mba AN, mengapa dia harus menangis..? Katanya, inilah yang namanya ukhuwah. Bukan seberapa besar kontribusi kita terhadap yang lain, namun seberapa besar kasih sayang kita menjadikan motivasi tersendiri. (Waaw, sebuah kalimat yang luar biasa, tapi saya belum sampai mencernanya lebih dalam. Hiks, saya emang dodol T__T)

Dari sudut  Abang , saya ngga tau ini jawaban mereka sepenuh hati apa cuma pengen ambil simple aja ngeladenin sms saya yang emang suka eror :p

Tapi saya terkesima dan tak bisa berkata apa-apa, mendapatkan jawaban begitu mengharukan dari semua abang saya .

“Yang jelas gw SANGAT kehilangan. Nangis? Gw gak tau. Gw berusaha tegar dan tabah….”.

(Kalau yang ini saya tahu kenapa SANGAT kehilangan saya? Mungkin karena uang kas saya belum lunas di suatu organisasi. Ah, bagaimana ini. Ada aja ya orang macam abang saya ini. J, insyaAllah kalau ketemu saya cicil deh nanti. Biar saya bisa tenang).

Abang sayang yang bernama BN dan AN juga mereply sms saya dan menyatakan “menangis”.

‘Karena nanti ngga ada yang bisa diledekin lagi, tambah AN dalam reply sms nya’.

 (Nah lo, berarti saya masuk ke organisasi XY Cuma buat jadi bahan ledekan mereka..? Hiiks, jahat nya mereka).

Sementara PN mereply, ‘kalau nangis, kasihan nanti dia di sana. Lagian kalau saya bilang nangis, kamu percaya..?kalau saya bilang ngga, mungkin saya bohong. Kehilangan, iya.’

Temen saya juga ada yang mereply, ‘kalau setiap orang juga nanti akan sibuk dengan urusannya sendiri. Hisabnya terlalu berat untuk memikirkan hal yang kita pikirkan sekarang.

(Ya, teman saya yang satu ini emang udah seperti ustad, jadi pencerahannya memang suka menampar saya yang sering kali labil).

Ada lagi abang paling senior, yang malah mereply dengan jawaban yang aneh. Dia tidak suka saya bicara seperti demikian adanya. Dia cuma pengen saya selalu semangat dan ceria. (Aneh kan, pertanyaan saya dia akan nangis ga? Tapi jawabannya malah begitu. Hehe. Abang yang dodol emang,  *peace*)

Rabb, maafkan atas keisengan jemari saya. Bukan maksud hati ngetes seberapa peduli mereka, atau sekedar cari perhatian mereka. Tapi, malam itu, entah kenapa ada rasa takut kehilangan mereka. Padahal kami tak ada ikatan darah, tapi hati ini seperti sudah lama kenal dan terasa begitu dekat. Saya tahu betapa mereka pun pasti tak ingin kehilangan saya. T__T

Well, dari lubuk hati yang terdalam, saya ngga enak bikin waktu istirahat mereka jadi terganggu dengan sms saya. Padahal saya cuma ingin memanfaatkan bonus sms dari operator. Biasalah, orang Indonesia kan ngga mau rugi, jadi kalau dapet bonus sms banyak pasti akan berusaha digunakan dengan semaximal mungkin :p

Lain kali, saya ngga mau sms kaya gini lagi. Saya masih ingin membahagiakan orang-orang yang saya cintai. Tak peduli mereka akan mencintai saya kemballi atau tidak. Yang jelas, hidup saya yang sekali ini, saya ingiin punya banyak teman. Dari dalam dan luar negeri, dari A-Z, saya mau punya banyak teman  dan bermanfaat untuk mereka.

Satu lagi pesan saya, Don’t Try this home,jangan kirimkan sms seperti di atas. Yang harus kita tahu, selamanya kebaikan hati akan terkenang. Dan cukuplah kebaikan dalam hidup kita, agar kelak ketika kita pergi. Kebaikan itu akan tetap manis dalam sebuah kenangan dalam setiap orang yang mencintai kita.

Aamiin,… 🙂

28 des 11, 21:50

Iklan

2 pemikiran pada “Adakah Sejuta Cinta Untukku?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s